BELAJAR TENTANG KEHIDUPAN
oleh Rida Parida pada 09 Juni 2011 jam 01.30
Aku belajar diam dari banyaknya bicara
Aku belajar sabar dari sebuah kemarahan
Aku belajar mengalah dari suatu keegoisan
Aku belajar menangis dari kebahagiaan
Aku belajar tegar dari kehilangan
Hidup adalah BELAJAR
Belajar ikhlas meski tak rela
Belajar taat meski berat
Belajar memahami meski tak sehati
Belajar sabar meski terbebani
Belajar setia meski tergoda
Belajar memberi meski tak seberapa
Belajar mengasihi meski disakiti
Belajar tenang meski gelisah
Belajar tersenyum meski hati terluka
Belajar tulus meski terdzalimi
Smoga kita menjadi pribadi-pribadi yang tulus ikhlas menjalani hidup ini dalam menggapai ridho Alloh Ta'ala....amin
Harga Diri
oleh Rida Parida pada 13 Januari 2011 jam 16:47
adakah nilai yang membatasinya?
siapakah yang memiliki harga diri?
mereka yang berpangkat dan berkedudukan tinggi
atau mereka yang berlimpah harta benda?
atau mereka yang berpenampilan super wah?
sebenarnya diri manusia tak berharga
bahkan tak ada nilainya
jika pangkat dan kedudukan dijadikan alat menindas kaum lemah
jika harta yang berlimpah tapi tak mau bersedekah
jika penampilan hanya untuk memamerkan diri
karena semua pada akhirnya akan kembali ke titik nol
jadi siapakah sebenarnya yang memiliki harga diri?
mereka yang memiliki hati dan berusaha menjaganya
mereka yang mau berbagi kebahagiaan dengan sesamanya
mereka yang masih empati pada saudaranya yang menderita
mereka yang mencintai orang lain seperti dirinya sendiri
mereka itulah yang berharga dalam pandangan Alloh Ta'ala
Selamat bertafakur wahai sahabatku....
semoga malam Jum'at membawa banyak berkah untuk kita semua

Antara tanda-tanda orang yang bijaksana itu ialah:
Hatinya selalu berniat suci.
Lidahnya selalu basah dengan zikrullah.
Kedua matanya menangis kerana penyesalan (terhadap dosa).
Segala perkara dihadapaiya dengan sabar dan tabah.
Mengutamakan kehidupan akhirat daripada kehidupan dunia.
(Sayidina Utshman bin Affan)
Hatinya selalu berniat suci.
Lidahnya selalu basah dengan zikrullah.
Kedua matanya menangis kerana penyesalan (terhadap dosa).
Segala perkara dihadapaiya dengan sabar dan tabah.
Mengutamakan kehidupan akhirat daripada kehidupan dunia.
(Sayidina Utshman bin Affan)
IBU
oleh Rida Parida pada 21 Desember 2010 jam 23:06
Kau ajari aku mengenal dunia yang penuh misteri
Kau ajari aku mengucapkan kata pertama dan langkah pertama menapaki bumi
Ibu...
Kau bimbing aku agar bisa mengucapkan kalam Illahi
Kau bimbing aku agar bisa mengenal siapa Tuhanku
Ibu...
Dalam penat kau dekap aku dengan hangat
Dalam gelap kau peluk aku dengan erat
Ibu...
Kasih sayangmu sepanjang masa
pengorbananmu sepanjang zaman
Ibu...
Tak sepantasnya aku menodaimu dengan berjuta kesalahan yang ku lakukan
Tak seharusnya kau menanggung beban derita dari segala dosa yang ku perbuat
Ibu...
Seharusnya ku mendoakanmu tuk kemuliaanmu dan kebahagianmu
Seharusnya ku menangis bersimpuh tuk memohon ampun untukmu
Ibu...
Doakan aku agar bisa membahagiakanmu
Do'akan aku agar bisa memberikan yang terbaik untukmu
Ya Allah...
Sayangilah Ibu dan Ayahku sebagaimana mereka menyayangi dan mengasihiku di masa aku kecil dulu yang tiada berdaya dan tak sanggup melakukan apapun...
Berilah mereka kebahagiaan di ujung usianya yang mulai senja
Ampuni segala dosa dan kesalahan yang telah mereka perbuat
Muliakan mereka dengan limpahan Rahmat-Mu
Jadikan mereka khusnul khotimah dalam ridha-Mu..amin ya Rabb


