Setetes Parfum yang Kau Usapkan Pada Tubuhmu
Rida Parida, 23 Juni 2011: 19;15
Sumber: Jilbab Online
Sumber: Jilbab Online
Parfum dan wanita merupakan bagian yang tak terpisahkan.Saking pentingnya banyak kaum hawa yang tak percaya diri bila tidak memakai benda ini. Sekejap saja kita keluar rumah dijalan, di pasar, di tempat keramaian maka akan dengan mudah hidung kita mencium bau yang semerbak dari wewangian parfum.Berbagai macam merek parfum dijual dari harga di bawah sepuluh ribu rupiah sampai ratusan ribu bahkan ada yang mencapai jutaan.Yang menjadi masalah bukannya merek atau harganya . Sebenarnya boleh nggak sih seorang wanita muslimah keluar dengan memakai parfum?walaupun hanya setetes saja?
Wajib bagi setiap muslimah mengetahui tentang masalah ini agar nantinya bermanfaat bagi diri kita, apakah yang kita lakukan sudah sesuai dengan garis syariat agama kita , sayang kan kalau ternyata hal ini kita anggap enteng (disepelekan)ternyata merupakan suatu kesalahan besar setelah di tinjau dari kacamata islam sehingga anggapan semacam ….ah itukan hanya setetes saja apa salahnya??, atau hanya parfum ini …tidak akan kita dengar lagi ……lalu bagaimana sebenarnya islam memandang masalah wanita yang keluar rumah dengan memakai parfum ??? Ada baiknya kita simak penjelasan berikut ini.
- Nabi Shalallahu alaihi wassalam bersabda:”Siapa saja perempuan yang memakai harum-haruman (parfum) maka janganlah ia menghadiri shalat isya (dimasjid) bersama kami” {Shahih riwayat Imam Ahmad,Muslim, Abu Dawud, dan Nasa’i dari jalan Abu Hurairah, juga lihat kitab Ash-shahihah hadits no.1094)
- Dari Abu hurairah : “Bahwa seorang wanita berpapasan dengannya dan bau wewangian (parfum) menerpanya.Maka Abu Hurairah berkata:”Wahai hamba Allah! apakah kamu hendak kemasjid?”ia menjawab:”Ya!” Abu Hurairah kemudian berkata lagi:”Pulanglah saja, lalu mandilah! karena sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda:”Jika seorang wanita keluar menuju masjid sedangkan bau wewangiannya menghembus maka Allah tidak menerima shalatnya, sehingga ia pulang lagi menuju rumahnya lalu mandi (baru kemudian shalat kemasjid” {Hadits shahih, dikeluarkan oleh Al-baihaqi (III/133 dan 246) lihat silsilah Hadits Shahihah Syaikh Albani 3/1031)
- Nabi shalallahu alaihi wassalam bersabda:”Siapa saja perempuan yang memakai minyak wangi kemudian keluar ke masjid niscaya tidak diterima shalatnya sehingga ia mandi dahulu (membersihkan dirinya dari wangi-wangian tersebut) ” {Shahih riwayatb Ibnu Majah dari jalan Abu Hurairah}
Hadits pertama menjelaskan haramnya seorang wanita keluar ke masjid untuk menghadiri shalat isya dengan memakai wewangian.Disebutnya shalat isya disini tidak berarti menghadiri shalat-shalat lainnya diperbolehkan.Tentu saja tidak!!karena pada hadits kedua dan ketiganya menunjukkan keumuman seluruh macam shalat baik shalat fardhu maupun sunnah (seperti shalat tarawih dan shalat hari raya). Disebut shalat isya pada hadits no. 1 karena fitnahnya lebih besar.Kita lihat penjelasan Ibnul Malik mengenai hal ini :”shalat isya itu dikerjakan pada waktu malam hari, dimana kondisi jalanan pada waktu itu sepi dan gelap, sedangkan bau harum itu dapat membangkitkan birahi laki-laki, sehingga kaum wanita tidak bisa aman dari fitnah pada saat-saat seperti itu.Berbeda dengan waktu lainnya seperti Shubuh dan Magrib yang agak terang. Sudah jelas bahwa memakai wewangian itu menghalangi seorang wanita untuk mendatangi masjid secara mutlak”(Jilbab Wanita Muslimah:143-144)’
Apakah benar hanya ke masjid saja yang dilarang??? kalau begitu keluar rumah asalkan kita nggak ke masjid sah-sah saja kita memakai minyak wangi.Pembahasan ini belum lah selesai. Penulis menemukan satu hadits lagi yang patut kita camkan baik-baik karena apabila kita meremehkan bahaya sekali akibatnya .Ingin tahu lebih detail lagi???
Hadits ini diriwayatkan dari jalan Abu Musa Al-Asyari Radhiyallahu anhu dia menceritakan bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi wassalam telah bersabda:
“Siapa saja perempuan yang memakai minyak wangi, kemudian ia keluar lalu ia melewati suatu kaum (orang banyak) supaya mereka mendapati (mencium )baunya , maka dia itu adalah perempuan zina /tuna susila”(Hadits ini hasan shahih diriwayatkan Imam Ahmad(4/414),Abu Dawud(4173),Tirmidzi(2786),An-Nasa’i(8/153)).
Jadi bagi siapa saja wanita muslimah yang memakai parfum ketika keluar rumah akan terkena ancaman ini. Alasan pelarangannya sudah jelas yaitu bahwa hal itu dapat membangkitkan syahwat kaum laki-laki.Al-Alamah Al-Mubarakafuri Rahimahullah menjelaskan hadits diatas dengan mengatakan:
“Yang demikian itu disebut berzina karena wangi-wangian yang dikenakan wanita dapat membangkitkan syahwat laki-laki dan menarik perhatian mereka. Laki-laki yang melihatnya berarti telah berzina dengan mata dan dengan demikian wanita itu telah melakukan perbuatan dosa “(30 larangan Wanita 30-31).
begitu pula dengan Syaikh Albani beliaupun menyampaikan penjelasan hadits diatas (hadits 1,2,3 dan yang terakhir ) dengan berkata:
“Jika hal itu (memakai wewangian ) saja diharamkan bagi wanita yang hendak keluar masjid, lalu apa hukumnya bagi yang hendak menuju pasar, atau tempat keramaian lainnya??tidak diragukan lagi bahwa hal ini jauh lebih haram dan lebih besar dosanya.AlHaitsami dalam kitabnya Az-Zawajir (2/37) menyebutkan bahwa keluarnya seorang wanita dari rumahnya dengan memakai harum-haruman dan berhias adalah termasuk perbuatan dosa besar, meskipun suaminya mengijinkannya.(Jilbab Wanita muslimah 143).
Mungkin akan timbul pertanyaan dalam benak kita, kalau memakai parfum haram hukumnya (ketika keluar rumah) lalu bagaimana mengatasi bau badan kita???tentunya kita akan malu dan tidak percaya diri berdekatan dengan teman-teman di kampus, sekolah, rumah sakit dan sebagainya.Bagaimana ini???ukhti-ukhti jangan khawatir sekarang ini banyak produk yang dijual dipasaran untuk mengatasi masalah tersebut.Dari yang berbentuk bubuk sampai cairpun dijual bebas.Pilihlah yang tidak memakai wewangian (fragarance free),apalagi kalau ukhti rajin minum jamu maka tidaklah sulit untuk mengatasi masalah “bau badan ini” dengan rajin mandi, minum jamu dan memakai produk khusus untuk mengatasi “bau badan” maka insya Allah kita akan terhindar dari bau yang tidak menyenangkan itu.Sehingga kita tidak akan bergantung lagi dengan parfum , bila ukhti dirumah maka islam tidak melarang seorang wanita muslimah memakainya, kita bebas memakainya asalkan kita yakin parfum itu tidak akan tercium oleh laki-laki yang bukan mahram kita.jadi kita nggak mau kan terjerumus dalam kesalahan fatal (dosa) hanya gara-gara dari setetes parfum yang kita pakai ketika keluar rumah.
Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita , sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.amin.
Daftar Pustaka:
- Jilbab Wanita Muslimah,Syaikh Albani,Pustaka Tibyan, 2000M
- 30 Larangan Wanita,Amr bin Abdul Mun’im,Pustaka Azzam,2000M
- Al-Masail, jilid 2, Abdul Hakim bin Amir Abdat,Darul Qalam,2003M
Di zaman yang penuh kebebasan ini banyak sekali wanita Muslimah yang tidak memiliki ciri Muslimah. Mereka bersikap tidak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Islam. Seperti dalam masalah materi, wanita Muslimah seharusnya lebih mementingkan yang halal daripada jumlahnya. Muslimah sejati tergambar pada riwayat yang menyebutkan bahwa seorang wanita ketika melepaskan suaminya yang akan pergi bekerja mencari nafkah berkata, "Bawa pulanglah rezeki yang halal, jika tidak kau dapatkan maka kami lebih rela kelaparan daripada menerima siksa api neraka." Keimanan wanita ini menjadikan dia mengucapkan kata-kata yang jika kita ukur dengan keadaan sekarang sungguh aneh dan berbeda. Tetapi, itulah Muslimah sejati. Dia lebih senang kekurangan harta dan makanan daripada harus kelak menanggung beban siksaan api neraka. Suami dari wanita seperti ini tentu tidak akan mau melakukan keharaman demi menyenangkan hati istri dan keluarganya. Tidak akan muncul para koruptor, penipu, maling, dan perampok, serta orang-orang yang berlumuran dengan riba, karena para istri menolak menerima uang haram. Riwayat lain menyebutkan tentang Muslimah sejati yang perlu diteladani dan direnungi oleh wanita sekarang. Ada seorang wanita yang tengah ditinggal oleh suaminya pergi berjihad fi sabilillah. Wanita tetangganya berkata kepadanya, "Bagaimana kau biarkan suamimu pergi meninggalkanmu dan anak-anakmu, siapa yang akan memberi makan kalian sekeluarga?" Wanita itu menjawab dengan penuh keimanan, "Setahuku suamiku itu akkaal (orang yang selalu makan) bukan Razzaaq (yang selalu memberi rezeki), jika akkaal telah pergi maka Razzaaq masih ada." Pemahaman yang jernih wanita ini memberinya keyakinan bahwa yang memberikan rezeki itu adalah Allah maka jika pun suaminya pergi berjihad, tidak ada keraguan dalam hatinya untuk melepaskan pergi berjuang. Adapun yang akan memberikan rezeki baginya dan anak-anaknya adalah Allah, Ar Razzaaq. Keyakinan seperti ini yang harus dimiliki oleh setiap Muslimah agar dunia ini tegak berdasarkan Islam, karena bagaimana mungkin para pejuang akan ikhlas jika para istri masih saja memberati suami mereka, takut menghadapi tantangan hidup dan menjadi orang-orang yang lemah iman dan daya juangnya. Walhasil, para Muslimah sejati seperti ini harus ditumbuhkembangkan agar kehidupan ini lebih baik dan Islami. Dan benarlah perkataan seorang bijak yang menyebutkan bahwa, "Di balik setiap laki-laki yang hebat itu ada wanita yang hebat yang pula." Sumber : Republika Online | ||
Salah satu hal yang harus dijadikan musuh bersama orang-orang beriman adalah kesombongan atau ketakaburan. Iblis dikutuk Allah SWT karena kesombongan yang dimilikinya, yang menjadikan ia tidak mau melakukan sujud/memberikan penghormatan kepada Nabi Adam As (perhatikan QS 2: 34 dan QS 7: 12--13). Ditenggelamkannya Firaun di Laut Merah oleh Allah SWT ketika mengejar Nabi Musa dan orang-orang yang bersamanya itu karena kesombongan dan kecongkakannya. Ia merasa memiliki kekuasaan yang begitu hebat dan anak buah yang begitu banyak, sehingga merasa diri Tuhan (perhatikan QS 10: 90--91 dan QS 79: 24). Kisah Qarun yang digambarkan di dalam QS 28: 78--81, menjelaskan kepada kita bahwa kesombongan yang ada pada dirinya karena memiliki kekayaan yang begitu luar biasa banyaknya, telah mengantarkannya pada kehancuran dan kecelakaan hidup, yaitu dengan dibenamkan oleh Allah SWT beserta seluruh kekayaannya itu ke bumi. Kesombongan dan ketakaburan menyebabkan pula seseorang terhalang mendapatkan hidayah (perhatikan QS 7: 146), seperti terjadi pada Abu Jahal, yang merasa memiliki kekuatan dan pengaruh sehingga merasa tidak perlu pertolongan Allah SWT dan menafikan ajakan Rasulullah SAW untuk beriman kepada-Nya, seperti digambarkan dalam QS 96: 6--7. Kesombongan ini pulalah yang menyebabkan seseorang tidak akan pernah merasakan wanginya surga (Al-Hadis). Kesombongan dan keangkuhan ini pulalah yang menyebabkan George W Bush dan sekutunya (semoga Allah malaknat mereka) melakukan agresi dan menyulutkan api peperangan terhadap negara berdaulat, Irak, tanpa persetujuan Dewan Keamanan PBB. Dengan kesombongannya, Bush menyatakan bahwa peperangan ini untuk menyelamatkan dunia internasional dari perilaku Saddam Hussein yang memiliki senjata pemusnah massal. Padahal tim inspeksi senjata PBB telah melakukan tugasnya dan menyatakan tidak terdapat bukti adanya senjata tersebut. Kesombongan Bush telah merusak tatanan kehidupan dunia umat manusia, nilai-nilai kemanusiaan, dan bahkan peradaban. Korban-korban nyawa orang-orang yang tidak berdosa dan kerusakan material maupun psikologis banyak berjatuhan. Dunia internasional yang beradab dan bermoral harus menjadikan kesombongan Bush dan sekutunya sebagai musuh bersama yang harus dilawan secara bersama-sama pula dengan cara yang sesuai dengan kaidah internasional dan nilai-nilai kemanusiaan universal. Kita harus memperlihatkan kepada dunia bahwa kesombongan, betapapun hebatnya, bisa dikalahkan oleh kekuatan moral, akhlak, dan diplomatik yang terorganisasi dengan rapi dengan menjadikan kekuatan rakyat sebagai basisnya. Wallahu a'lam bi ash-shawab. Sumber : Republika Online | ||
Ketika kita menonton televisi, banyak sekali ditemukan acara tentang gosip para seleberiti. Ini menunjukkan betapa pemirsa televisi, masyarakat kita, amat menyenangi gosip: ngerumpi. Yang salah satu konsekuensinya, kita tahu sempat ada "perang" antarartis. Bahkan, ada tuntutan sampai miliaran rupiah. Itulah sebabnya Nabi Muhammad Saw mengumpamakan kepada orang yang melakukan ghibah, ngerumpi itu tadi, seperti layaknya orang yang memakan daging saudaranya sendiri yang sudah meninggal. Orang yang telah meninggal tentu tidak merasakan jasadnya disakiti. Alkisah, suatu ketika di zaman Rasulullah, seseorang dihukum rajam karena melakukan perbuatan zinah. Orang itu sudah betul-betul bertobat dan bersedia dirajam demi membersihkan dosa besarnya. Tapi, tiba-tiba Rasulullah mendengar dua orang laki-laki menggunjingkan orang yang mati diranjam itu, menjelek-jelekkan orang yang dirajam itu bak seekor anjing. Nabi saw berkata, "Wahai kalian fulan berdua, apa yang kamu ceritakan tentang saudaramu itu tadi lebih menjijikkan daripada makan bangkai himar. Demi Allah, sesungguhnya dia (yang mati dirajam itu) sekarang sedang bersenang-senang di sungai-sungai di surga dan berendam di dalamnya, dalam kenikmatan." Ghibah artinya mengumpat atau menggunjing, yang dilakukan oleh seseorang terhadap orang lain yang tidak hadir di hadapannya, dengan perkataan yang tidak disukai seandainya orang yang digunjingkan itu mendengarnya. Baik faktanya benar ataupun tidak, tetap merupakan dosa dan haram hukumnya. Ghibah menjadi gosip yang semakin menyebarluaskan berita aib yang terkadang dibumbui lagi dengan berbagai macam cerita, hingga jauh menyimpang dari kenyataan yang sesungguhnya dan dapat mengarah ke fitnah yang dosanya jauh lebih besar dari pembunuhan. Ghibah hanya akan menebar benih permusuhan, menimbulkan dendam, dan kebencian. Orang yang melakukan ghibah, sesuai sabda Rasulullah, akan mengalami kerugian besar, bangkrut, karena pahala amal kebaikannya, yang dia kumpulkan dengan susah payah, siang maupun malam, harus dia berikan kepada orang yang menjadi sasaran rumpiannya. Dosa-dosa orang yang digosipkan akan ditanggung oleh yang menggosipkan. Maka, bangkrutlah amal ibadahnya. Naudzubillah. Jika tak bisa berkata baik, lebih baik diam, sesuai sabda Rasulullah, "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, maka hendaklah ia berkata baik, atau (jika tidak bisa) hendaklah diam." (HR Buchori dan Muslim). Berumpi ria, nikmat rasanya, gampang dilakoninya, perih akibatnya. Sumber : Republika Online | ||